"Kitab yang terletak di perpustakaan sedikit yang membacanya, tetapi seorang muslim sejati adalah 'kitab terbuka' yang semua orang membacanya. Ke mana saja ia pergi, ia adalah 'dakwah yang bergerak'."
Ahad, 29 Julai 2012
Khamis, 26 Julai 2012
Fatimah ~ Seddiqeh Vasmaqi
Setiap fajar pagi dan tirai malam menjelang aku terusik,
Sebab namamu senantiasa terlantun dalam derita
Namamu membuatku galau
Namamu mengirimkan semangat alam benak dan kalbu
Kalbuku adalah tempat meratapi deritamu
Memahami erti deritamu adalah masalahku
Berjuta-juta orang mengeluh
Sebab apa dikau menangis!
Apabila orang faham akan tangismu
---> seluruh dunia akan ikut menangis
Syurga tak membisu mendengar tangismu
Pun tak diam mendengar misteri agungmu
Mentari penuh mengandung hujan menahan beban deritamu
Kala tangan Ilahi menjamahmu dunia
---> dunia pun terpaku
Musim semi pun tiba usai kau tersenyum
Sang suria muncul dari balik wajah cantikmu
Duhai dikau yang bersemayam di atas langit ketujuh
Duhai dikau yang tumbuh dari tanah yang dingin
Duhai dikau yang telah melahirkan kesatria-kesatria perang!
Duhai dikau yang di hadapanmu Saturnus berlutut!
Bersamamu Kitab Suci terpercik darah tersibak
Bersamamu musim bunga tulip tiba
Kemarahanmu bercampur dengan kemarahan Kebenaran
Belati ditarik dari sangkurmu agar
---> tak tersentuh oleh kesia-siaan
Pusaramu tersembunyi dari kawan mahupun lawan
Mengingatimu menjadikan fikiranku cerah
bahagia dan kadang juga sedih
Dalam fikiranku, dikau bak semangat yang menyala
Dalam fikiranku, dikau bak misteri
Tanpamu jalan menuju cinta menjadi kabur
Sang musafir menjadi longlai dan bisu
Meski kuciptakan bayangan wajahmu dalam fikiranku
---> tetap saja aku belum mampu mendekatimu
Apa saja yang kukatakan
---> belum mampu mencitrakanmu!
Siapakah yang mampu melantunkan syair sesuai citramu?
Sebab namamu senantiasa terlantun dalam derita
Namamu membuatku galau
Namamu mengirimkan semangat alam benak dan kalbu
Kalbuku adalah tempat meratapi deritamu
Memahami erti deritamu adalah masalahku
Berjuta-juta orang mengeluh
Sebab apa dikau menangis!
Apabila orang faham akan tangismu
---> seluruh dunia akan ikut menangis
Syurga tak membisu mendengar tangismu
Pun tak diam mendengar misteri agungmu
Mentari penuh mengandung hujan menahan beban deritamu
Kala tangan Ilahi menjamahmu dunia
---> dunia pun terpaku
Musim semi pun tiba usai kau tersenyum
Sang suria muncul dari balik wajah cantikmu
Duhai dikau yang bersemayam di atas langit ketujuh
Duhai dikau yang tumbuh dari tanah yang dingin
Duhai dikau yang telah melahirkan kesatria-kesatria perang!
Duhai dikau yang di hadapanmu Saturnus berlutut!
Bersamamu Kitab Suci terpercik darah tersibak
Bersamamu musim bunga tulip tiba
Kemarahanmu bercampur dengan kemarahan Kebenaran
Belati ditarik dari sangkurmu agar
---> tak tersentuh oleh kesia-siaan
Pusaramu tersembunyi dari kawan mahupun lawan
Mengingatimu menjadikan fikiranku cerah
bahagia dan kadang juga sedih
Dalam fikiranku, dikau bak semangat yang menyala
Dalam fikiranku, dikau bak misteri
Tanpamu jalan menuju cinta menjadi kabur
Sang musafir menjadi longlai dan bisu
Meski kuciptakan bayangan wajahmu dalam fikiranku
---> tetap saja aku belum mampu mendekatimu
Apa saja yang kukatakan
---> belum mampu mencitrakanmu!
Siapakah yang mampu melantunkan syair sesuai citramu?
Puisi ini merupakan nukilan Seddiqeh Vasmaqi, dari Universiti Tehran
yang cuba memotretkan sosok Fatimah.
Kita Tagih Reda-NyA
Kasih sayang adalah
wangian yang abadi
tidak dapat ditukar ganti
dengan dunia dan harta.
Persembahan yang diterima
Tuhan, itulah ikhlas
tersembunyi di ruang hakiki
jiwa yang suci.
Kita tagih reda-Nya
kehidupan hanyalah mimpi
ketuklah pintu waktu
berulang kali untuk
mencari nilai diri
saudara-saudaraku.
- ISMAIL MOHAMAD, Kepong, Kuala Lumpur.
Khamis, 19 Julai 2012
Ahad, 8 Julai 2012
KITA JUGA PERLU MELIHAT KELUAR SANA....
Mari kita merenung sejenak, apa yang anda pikirkan tentang gambar ditepi?siapa dia?dan dimana anda saat ini?.Walapun dia tidak mempunyai pekerjaan yang lebih baik namun dia tidak pernah mengeluh akan pekerjaan itu. Dia berusaha untuk mendapatkan sesuap nasi yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari agar dapat tetap hidup dan menjadi lebih baik. Bila dibandingkan dengan kita sangatlah jauh berbeza keadaan baik dari fisik maupun non fisik. Dia berjalan tanpa arah yang dituju demi mendapatkan apa yang dia perlukan. Walapun pada masa itu yang seharusnya dalam keadaan mencari ilmu tapi dia ingin juga namun dia harus membantu orang tuanya atau mencari keperluan sehari-harinya. Mengumpulkan sesuatu untuk ditukarkan dan menghasilkan apa yang dikehendakinya. Walaupun panas maupun hujan dia harus melakukan kegiatan ini dengan suka ria. Dia menghampiri setiap tong-tong sampah yang ada dipinggir jalan dan memungut botol-botol plastik dengan telapak tangan atau menggunakan besi yang akan dikumpulkan menjadi satu kemudian ditimbangan dan menghasilkan wang yang tidak seberapa namun jauh lebih suci dari apa yang kita dapat, untuk memenuhi keperluannya sehari-harinya. Walapun menggunakan pakaian yang lesu dan kotor itu dia tetap harus melakukan kegiatannya itu dengan senang hati tanpa rasa malu pun. Bila dibandingakan dengan kita apa yang anda pikirkan?
-pelitadinihari-
kota acheh
Langgan:
Catatan (Atom)


